Saturday, January 19, 2013

Mendikbud Diminta Kembangkan Sistem Kuliah "Online"

 

JAKARTA, KOMPAS.com (18/1/2013) — Di depan para rektor se-Indonesia, Wakil Presiden Boediono meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menyusun cetak biru pengembangan sistem pengajaran online berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi di Indonesia. Mendikbud juga diminta mengkaji opsi-opsi yang ada serta merumuskan apa yang dapat dilakukan pemerintah untuk memfasilitasi lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang berniat untuk melaksanakannya.

Pengembangan sistem kuliah online juga harus memenuhi standar internasional dan setara dengan universitas-universitas terbaik di dunia.

"Yang sangat penting, sistem online itu harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh semua lembaga pendidikan tinggi dan para mahasiswanya di Tanah Air dengan biaya minimal. Mari kita manfaatkan dengan cerdas teknologi untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan kita," kata Boediono ketika membuka Konvensi Kampus Ke-9 dan Temu Tahunan Ke-15 Forum Rektor Indonesia di Semarang, Jumat (18/1/2013).

Pengembangan sistem pengajaran online dipandang penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sistem ini juga dapat menjadi solusi ketimpangan kualitas pendidikan di Indonesia. Saat ini, ada perguruan tinggi yang memiliki dosen dan bahan ajar berkualitas, sementara sebagian lainnya tidak. Sistem pengajaran online menjadi jembatan bagi insan perguruan tinggi untuk saling berbagi materi bahan ajar.

"Dengan mengambil mata kuliah online tersebut, mahasiswa mendapatkan kredit yang diakui secara internasional. Dengan pemilihan mata kuliah-mata kuliah online yang tepat sebagai suplemen bagi sistem pengajaran yang ada, kelemahan dan kekurangan di setiap lembaga pendidikan tinggi kita dapat ditutup dengan cepat serta mutu lulusan dapat ditingkatkan dengan cepat pula,"
kata Boediono.

Boediono meminta sistem pengajaran online tersebut terus ditingkatkan dan memenuhi standar internasional.




Editor :
Caroline Damanik
Artikel Terkait

0 comments: