Friday, January 4, 2013

Seleksi Wawancara Australian Development Scholarship, Pengalaman & Tips JST ADS

Penulis : Taufiq Effendi


English Teacher Training in DC, Dream Come True


Seleksi terakhir untuk menggenggam beasiswa ADS adalah seleksi wawancara. Saya yakin ini adalah waktu-waktu yang paling menentukan. Ini juga adalah waktu-waktu yang paling menegangkan. Oleh karena itu, saya yakin para pejuang sekalian sedang berjuang mempersiapkan diri untuk tampil prima pada saat wawancara. Saya juga setahun yang lalu berada pada situasi yang sama dengan sahabat-sahabat sekalian. Saya merasakan perasaan yang campur aduk, gak karuan. Tapi rasanya, yang paling dominan saat itu adalah keyakinan untuk menyerahkan semuanya kepada Pembuat Skenario yang terbaik setelah berjuang semaksimal yang saya bisa. I tried to do my very very very best but still I let God do the rest.

Pada kesempatan ini, saya akan menceritakan pengalaman wawancara saya agar para pejuang beasiswa sekalian bisa memiliki gambaran yang cukup jelas tentang bagaimana menghadapinya. Berikutnya, saya akan coba mencoretkan beberapa tips lulus seleksi wawancara ADS.

Saya sempatkan waktu untuk lebih mempersiapkan diri. Saya simak informasi dan tips menghadapi wawancara ADS dari siapa saja. Saya baca detil dengan seksama. Saya ingin puas mempersiapkan diri dan tampil semaksimal yang saya bisa.

Saya kumpulkan semua karya saya. Walaupun saya yakin karya yang saya ukir masih sangat minim jika dibandingkan dengan pelamar yang lain, paling tidak saya bisa menunjukkan kepada penguji bahwa saya memiliki karya yang sesuai dengan bidang yang akan saya tekuni. Paling tidak saya bisa meyakinkan mereka bahwa saya bersungguh-sunguh. Saya cari sertifikat-sertifikat penunjang dan makalah serta skripsi saya. Saya jug abaca-baca mengenai sejarah dan Negara Australia. Saya tidak mau dinilai mau enaknya saja; ingin beasiswanya tapi tidak tahu tentang negaranya. Say baca informasi di website ADS dan menikmati buku-buku tentang Australia.

Hari yang dinantikan pun tiba. Saya dituntun oleh seorang staf IALF ke ruang auditorium. Saya dipersilahkan duduk di barisan terdepan. Pada saat inilah saya mulai sedikit tegang. Seram. Ngeri. Saya berada di antara ratusan orang-orang pintar. Saya pasrah. Saya serahkan semuanya kepada Allah Sang Maha Kaya dan Maha Berkehendak.

Acara pun dibuka setelah semua penguji dan “pejabat” terkait datang. Para penguji dan pejabat berdiri di muka auditorium dalam satu garis yang panjang dari ujung kanan ke ujung kiri. Acara pembuka ini sangat bermanfaat. Manager program beasiswa Australian Award memberikan banyak bocoran untuk menghadapi seleksi wawancara ini. bocoran lain juga diberikan oleh perwakilan ADS yang lain agar semua peserta dapat tampil prima. Tujuan acara ini benar-benar mempersiapkan para peserta agar dapat tampil baik. Mereka coba menenangkan agar tidak muncul kepanikan di sana sini.

Di auditorium ini pula, kami, para peserta, mendapat gambaran yang jelas tentang bagaimana harus menghadapi wawancara. Meskipun tips yang diberikan bersifat umum, tapi jika kita perhatikan dengan seksama setiap masukan mereka, kita akan mendengar tips-tips khusus yang mereka bocorkan. Jadi, pastikan high dreamer sekalian tidak telat datang. Karena jika datang awal, kita bahkan bisa sharing pengalaman dengan peserta lain yang tahun sebelumnya sudah pernah sampai pada seleksi wawancara juga. Jadi, kita bisa ambil ilmu praktis dari banyak high dreamer di sana. Yang penting, harus ngobrol dan bangun silaturahmi. Siapa tahu berlanjut ke pelaminan.

Apa itu JST ADS-Joint Selection Test Australian Development Scholarship?

JST ADS adalah seleksi wawancara Australian Development Scholarship yang menggunakan metode Joint Selection Test. JST adalah seleksi wawancara yang dilakukan oleh satu orang penguji dari Indonesia dan satu orang penguji dari Australia. Kedua penguji ini berkolaborasi untuk memberikan penilaian yang obyektif terhadap hasil wawancara setiap peserta.

Kenapa JST?

Beasiswa Australian Award benar-benar ingin membantu agar peserta dapat mengemukakan gagasan-gagasannya secara optimal. Jadi, jika peserta ketika berbicara menemui kesulitan karena istilah-istilah bahasa Inggris, peserta dipersilahkan untuk menyebutkankannya dalam bahasa Indonesia. Penguji Indonesia jelas mengerti dan dapat membantu menyampaikannya ke penguji Australia. Penggunaan beberapa istilah dalam bahasa Indonesia sama sekali tidak mengurangi nilai peserta tersebut. ADS lebih memprioritaskan gagasan daripada kecakapan berbahasa Inggris. Wawancara ADS adalah seleksi gagasan bukan ujian berbicara bahasa Inggris.

Apa yang harus dipersiapkan untuk wawancara ADS?

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Pertama, kita harus mematangkan gagasan sebagaimana yang tertulis di essay kita. Kedua, coba pelajari betul setiap informasi mengenai Australian award sebagaimana yang terdapat dalam homepage resmi Australian award. Berikutnya, sempatkan diri untuk membaca informasi mengenai Australia, Negara bagian yang akan kita kunjungi, kampus dan jurusan yang kita minati. Intinya, persiapan wawasan dan gagasan diusahakan agar komprehensif. Yang paling paling penting adalah menguasai gagasan-gagasan yang kita tulis di essay dalam aplikasi kita. Usahakan sebaik mungkin untuk bisa memberikan paparan yang jelas, terelaborasi dengan baik dan bisa meyakinkan bahwa gagasan kita sangat penting dan akan memberikan kontribusi yang besar terhadap perbaikan kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia.

Agar bisa tampil meyakinkan, bawa semua bukti penunjang. Silahkan tunjukkan skripsi/makalh/publikasi/artikel/berkas apa pun yang menunjukkan bahwa kita memang mengajukan bidang studi yang kita minati dan kita dalami. Bukti-bukti ini akan memperkuat posisi kita ketika wawancara dan memberi kita ide lebih baik untuk mengembangkan argument-argumen kita.

Bagaimana keadaan dan situasi ketika wawancara?

Seperti pada umumnya, keadaan dan situasi wawancara didesain sebaik mungkin. Peserta diharapkan bisa merasakan kenyamanan ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan dan mengembangkan jawaban-jawabannya. Kursi yang disediakan untuk peserta cukup nyaman dan juga disediakan meja untuk meletakkan berkas-berkas penunjang yang kita bawa.

Bahkan berdasarkan pengalaman saya, sebelum saya diminta masuk ke dalam ruangan wawancara, saya ditanya “Kira-kira butuh apa saja saat wawancara?”. Penguji ingin memastikan kita bisa melaksanakan apa yang kita sudah persiapkan. Misalnya, jika kita berencana menggunakan laptop, mereka pun akan mempersiapkan meja dan jika kita butuh men-charge, mereka pun akan membantu. Tapi ketika itu, saya hanya butuh meja untuk meletakkan skripsi, sertifikat IELTS mandiri, bukti korespondensi dengan universitas yang saya inginkan, dan makalah yang sesuai dengan bidang studi yang saya ajukan. Akhirnya, sebelum saya mulai, saya mohon izin untuk meletakkan dokumen tersebut terlebih dahulu.

Pertanyaan-pertanyaan wawancara ADS apa saja?

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan seputar profil kita dan kaitannya dengan gagasan yang kita usung di essay aplikasi kita. Jadi ini sebenarnya sangat umum dan juga terjadi dalam setiap seleksi wawancara beasiswa. Mereka akan coba verifikasi informasi yang kita tulis dalam aplikasi kita. Jadi, kita tinggal menjawab saja dengan tenang.

Kemudian penguji akan menanyakan lebih spesifik kepada rencana belajar kita. Mereka ingin tahu apakah kita punya alasan yang legitimate untuk belajar dengan beasiswa ADS. Mereka ingin mendengar lebih jauh apakah kita sudah memiliki cukup wawasan tentang Negara bagian, kampus dan program studi yang kita ajukan. Sering kali, kita ingin mengganti kampus yang sempat kita tulis di aplikasi. Pada kesemptan ini, kita harus bisa memberikan informasi yang kuat kenapa kita memilih program studi dan kampus tertentu, dan jika berbeda dengan yang ditulis di aplikasi, kita harus bisa memberikan informasi yang meyakinkan. Lebih jauh, mereka ingin mendengar apakah kita layak diberikan beasiswa ini.

Apa kiatnya agar bisa lulus seleksi wawancara ADS?

Sebagian besar informasi tentang bagaimana bisa sukses menghadapi wawancara ADS sudah diberikan diatas. Jadi, kiat berikut akan bersifat pengulangan dan penambahan saja. Yang jelas, setiap pemberi beasiswa pasti mencari individu-individu yang bisa memberikan manfaat untuk banyak orang sekembalinya mereka dari perantauan untuk menimba ilmu. Mereka tidak akan memilih pelamar yang sibuk dengan diri sendiri. Mereka akan mencari orang-orang yang peduli dengan kondisi bangsa, yang ingin berupaya melakukan perubahan dan perbaikan. Mereka ingin beasiswa besar ini tidak mubazir, tidak sia-sia. Tapi justru mereka berharap agar satu orang penerima beasiswa, kelak satu orang ini dapat membantu ratusan, ribuan dan bahkan mungkin jutaan orang lainnya untuk kehidupan yang lebih baik.

Jadi kiatnya hanya satu, mari perhatikan kondisi bangsa. Dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan dan mungkin minat dan kecintaan kita, apa yang bisa kita bantu. Apa kira-kira yang bisa kita tawarkan agar kita bisa berkontribusi positif terhadap perbaikan kualitas kehidupan bangsa. Semakin darurat permasalahan yang kita soroti, semakin luas dampaknya, maka solusi yang kita tawarkan akan semakin vital. Kita akan mendapat kepercayaan untuk belajar menimba ilmu solusi yang kita ajukan dan kemudian kelak melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan bidang kita.

Pada akhirnya, saya doakan agar semuanya lancer dan high dreamer sekalian dapat tampil maksimal pada wawancara nanti. Saya doakan juga “all the best” in any of your big dreams. Selamat berjuang. Semoga coretan ini bisa memberikan ide lebih baik untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi wawancara Australian Development Scholarship. Kami tunggu untuk segera bergabung dengan keluarga besar ADS Awardees. Semoga segera menyaksikan mimpi-mimpi high dreamer sekalian menjadi kenyataan. Amin.

Taufiq Effendi (04/12/2013)
Artikel Terkait

0 comments: