Saturday, February 23, 2013

Hanya 1 dari 8 ayah yang membacakan buku ke anak


BBC-Indonesia (23/02/2013)- Penulis laris James Patterson bergabung dengan Duchess of Cornwall dalam peluncuran kampanye mendorong lebih banyak ayah membacakan buku untuk anak-anak mereka.
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan yayasan membaca Booktrust mengungkapkan bahwa hanya satu dari delapan ayah yang mau membacakan buku ke anaknya.
"Jika saya bisa membantu ayah-ayah yang lain untuk memahami peran mereka dalam membuat buku dan membaca lebih penting dalam kehidupan anak-anak, saya akan menjadi lelaki yang bahagia,'' kata Patterson.
Membaca, tambahnya bisa ''membuka seluruh dunia kemungkinan bagi anak-anak mereka''.
"Saya percaya bahwa ayah memiliki peran yang besar untuk mendorong anak-anak mereka untuk membaca,'' katanya saat peluncuran kampanye ayah membaca yang diberi namaBooktrust's Get Dads Reading, di sebuah perpustakaan di London.
Patterson sendiri mengaku mulai menulis buku anak-anak sejak 2005 didorong oleh keinginan untuk membuat anak lelakinya sendiri tertarik untuk membaca.
Penulis asal AS yang buku karyanya banyak dipinjam di perpustakaan di Inggris ini terkenal dengan sejumlah tulisannya seperti kisah detektif Alex Cross.
Karya lainnya serial Maximum Ride dan Daniel X menjadi buku laris dan disukai anak-anak serta orang dewasa.
Buku terbarunya dengan kisah tentang remaja di sekolah menengah akan dirilis bulan depan di AS.
"Ini bukan tentang membaca Charles Dickens atau Shakespeare, tetapi belajar untuk membaca dengan kepercayaan diri - jika anda bisa melakukannya maka bisa membantu anda di sekolah, kuliah dan pekerjaan.''
"Amerika ada di depan dalam membuat anak mau membaca, Inggris tertinggal di belakang Amerika - ada yang salah di sini.''

'Peran perempuan'

Patterson yang meraih penghargaan penulis buku anak-anak tahun 2010, telah menjual sekitar 260 juta kopi bukunya di seluruh dunia.
Novelis berusia 65 tahun ini juga membuat situs ReadKiddoRead untuk membantu ayah mencari buku-buku yang menarik untuk dibacakan ke anaknya.
Jajak pendapat Booktrust mengungkap bahwa hanya 13% ayah di Inggris yang mau membacakan buku untuk anak-anak mereka.
Seperempat responden beralasan sibuk kerja membuat mereka tidak bisa membacakan buku untuk anak-anak mereka.
Kajian lain yang dilakukan Institusi Pendidikan menyebut banyak ayah yang memandang membaca buku merupakan peran seorang perempuan.
"Hal yang paling penting bagi ayah untuk memahami bahwa jika anak-anak melihat ayah mereka membaca, mereka terlihat lebih menikmati diri mereka sendiri,'' kata Viv Bird, kepala eksekutif Booktrust.
"Ada bukti bahwa anak laki-laki jauh tertinggal di belakang anak perempuan dalam membaca - dan ini menekankan bahwa penting bagi ayah untuk menjadi panutan bagi anak lelaki termasuk anak perempuan mereka ketika membaca,'' tambah Viv Bird.



Artikel Terkait

0 comments: