Sunday, February 17, 2013

Universitas Oxford Dituduh Diskriminatif kepada Mahasiswa Miskin


VIVAnews (16/02/2013)  - Seorang mahasiswa Universitas Oxford menuntut kampus tertua di Inggris itu dengan tuduhan telah bersikap diskriminatif kepada mahasiswa miskin. Damien Shannon (26), mengatakan dia tidak diterima di St Hugh's College, Universitas Oxford, karena tidak dapat menyediakan biaya hidup senilai 12.900 poundsterling atau Rp194 juta.

Shannon yang berasal dari Salford menganggap kebijakan yang dikeluarkan oleh bagian penerimaan pihak universitas sangat diskriminatif bagi mahasiswa yang tidak dapat menutupi biaya hidup berlebih itu. Dia beralasan keputusan kampus untuk tidak menerima dirinya, telah melanggar Undang-Undang Hak Asasi Manusia (UU HAM) pasal 2 ayat 1 yang menyatakan setiap manusia berhak memperoleh akses pendidikan.

Dilansir Dailymail, Jumat 15 Februari 2013, Shannon, yang diterima di program pasca sarjana jurusan ekonomi dan sejarah sosial itu mengklaim angka biaya hidup yang diterapkan pihak kampus merupakan nominal yang sewenang-wenang.
Sebelumnya, Shannon sudah membayar biaya kuliah 9.000 poundsterling atau Rp135 juta setelah menyelesaikan proses aplikasi pada Januari lalu. Namun kemudian dia menolak untuk membayar biaya hidup yang diterapkan oleh pihak kampus selama setahun.

Bagian pemantauan kualitas pendidikan Universitas Oxford, Peter Oldham, mengatakan di depan pengadilan, Shannon sudah mengetahui nominal biaya tersebut ketika mendaftar ke St Hugh's College. Dia pun menyebut Shannon sanggup untuk memenuhi semua biaya yang dibutuhkan selama kuliah di sana.

"Sama sekali tidak ada indikasi di tahap ini yang menyebut keberatan Shannon mengenai biaya hidup," ujar Oldham seperti dikutip Dailymail.

Masih menurut Oldham, pihak kampus mengakui bahwa terdapat kesulitan bagi sebagian mahasiswa untuk memenuhi biaya hidup itu, tapi hal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan status ekonomi-sosial Shannon.

Oldham pun menepis tuduhan Shannon yang menyebut nominal biaya hidup ditentukan dengan sewenang-wenang. Menurutnya pihak kampus sudah menghitung dengan cermat semua nominal yang diperlukan selama menuntut ilmu di sana.

"Angka untuk biaya hidup pun juga rasional dan dihitung dengan cermat," kata Oldham.

Tidak Normal
Shannon, yang mewakili dirinya sendiri, membantah perkiraan biaya hidup sudah proporsional. Menurutnya banyak bagian di dalam biaya hidup tersebut yang sebenarnya sudah berlebih dan dianggap tidak lagi normal. Salah satunya adalah biaya masuk ke klub malam lokal.

Di hadapan pengadilan, Shannon meminta hakim untuk mempertimbangkan tiga pertanyaan kunci yaitu apakah kebijakan penerimaan mahasiswa St Hugh's College adalah sah, apakah nominal yang mereka terapkan mencerminkan kebutuhan yang sebenarnya, dan apakah itu sudah dihitung secara proporsional.

Shanon juga menegaskan kepada pihak kampus, bahwa dirinya sama sekali tidak mencari ganti rugi melalui kasus ini. Namun dia meminta pihak kampus untuk mengganti kebijakannya.

Sementara itu pihak kampus meminta supaya kasus ini dihentikan, tetapi hal itu ditolak oleh Hakim Justice Armitage yang mengatakan akan kembali melanjutkan persidangan. (ren)
 ------

Sumber :  http://us.dunia.news.viva.co.id/news/read/390783-universitas-oxford-dituduh-diskriminatif-kepada-mahasiswa-miskin

Artikel Terkait

0 comments: