Friday, May 10, 2013

65 Persen Dosen Informatika Masih Bergelar S-1



KUTA, KOMPAS.com - Sebanyak 65 persen dosen perguruan tinggi informatika dan komputer di Tanah Air masih berlatar belakang pendidikan sarjana S-1. Director of Cooperation and Secretariat Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom), Nina Kurnia Hikmawati, mengatakan saat ini ada 850 perguruan tinggi informatika dan komputer di Tanah Air yang masing-masing memiliki minimal enam dosen. 


Dari jumlah pengajar itu masih sedikit yang sudah menempuh atau bergelar magister atau S-2. Padahal sesuai peraturan, seluruh dosen minimal harus sudah lulus pascasarjana.



"Dosen tersebut banyak terdapat di wilayah timur dan tengah Indonesia," katanyadi Kuta, Bali, Rabu (8/5/2013).




Nina mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan informatika dan komputer, kualitas para pengajarnya harus ditingkatkan. Oleh karena itu, Aptikom memberikan sejumlah solusi alternatif dengan menggandeng Telkom untuk memberikan infrastruktur berupa aplikasi layanan multimedia yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran jarak jauh tersebut.



"Kami berusaha membantu para dosen informatika dan komputer yang belum menempuh pascasarjana dengan program magister pembelajaran jarak jauh (PJJ) bekerja sama dengan sekitar 12 Universitas terkemuka dengan akreditasi A dan B," tambahnya.



Program tersebut khusus diberikan kepada dosen di kawasan timur dan kawasan tengah Indonesia yang masih berjenjang S-1 supaya dapat menempuh pendidikan pascasarjana tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.



"Banyak dosen di wilayah tersebut tidak bisa menempuh pendidikan S-2 karena terbentur biaya yang tinggi sebab harus belajar di luar daerahnya. Selain itu kesulitan membagi waktu karena tidak ada pengganti," katanya.



Program tersebut diikuti sebanyak 95 dosen dari seluruh Tanah Air khususnya dari kawasan timur Indonesia yang terdaftar sebagai mahasiswa pascasarjana di STMIK Amikom dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Para mahasiswa itu akan menempuh waktu kuliah selama satu setengah tahun yang perkulihan telah dimulai pada Maret 2013.
Artikel Terkait

0 comments: