Tuesday, May 14, 2013

Guru Pembocor Soal UN di Gorontalo Ditangkap



LIMBOTO, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Resor Limboto, Gorontalo, menangkap dan menahan empat tersangka pembocor soal ujian nasional untuk SMA di Gorontalo. Keempat tersangka itu adalah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Biluhu, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, serta tiga guru pria di sekolah tersebut.

Inisial keempat pelaku pembocoran soal ujian tersebut adalah IKP (Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Biluhu) dan tiga guru yang masing-masing adalah L, AM, dan HD. Ketiganya kini ditahan di Markas Kepolisian Resor (Polres) Limboto untuk diperiksa lebih lanjut. Pembocoran soal ujian itu dilakukan pada 18 April lalu atau sehari sebelum ujian nasional tingkat SMA di Gorontalo berlangsung.

"Naskah soal tersebut dibocorkan kepada sekitar 70 siswa sekolah di SMA Negeri 1 Biluhu. Mata pelajaran ujian yang dibocorkan adalah Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Sosial," kata Kepala Polres Limboto Ajun Komisaris Besar Budi Setiawan saat mengekspos kasus ini di Marka Polres Limboto, Senin (13/5/2013).


Para pelaku, yang memiliki kunci duplikat kotak penyimpanan soal ujian, beraksi saat petugas kepolisian yang menjaga ruang penyimpanan naskah ujian lengah. Soal-soal ujian itu dipotret menggunakan kamera dan dikembalikan lagi ke tempat semula. Foto soal ujian lantas dipindah ke laptop dan ditunjukkan kepada siswa sehari sebelum ujian.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nelson Pomalingo cukup terkejut mengetahui kasus pembocoran soal ujian nasional ini. Ia mendengar kabar pengungkapan kasus tersebut pada Minggu (12/5/2013) malam. Saat ini, PGRI Gorontalo sedang menginvestigasi kasus tersebut.
Editor :
Robert Adhi Ksp

Artikel Terkait

0 comments: