Friday, May 3, 2013

Sambutan Mendikbud pada Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2013)





SAMBUTAN
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PADA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2013
KAMIS, 2 MEI 2013


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,
Hadirin, peserta upacara yang berbahagia,

Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur ke hadirat Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kita semua  masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan, dan kecintaan sehingga kita  dapat melaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2013, dalam  keadaan sehat dan penuh semangat.

Melalui peringatan ini, perkenankan saya, atas nama Pemerintah ingin  menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang  bergerak di dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lain atas segala  ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang diberikan dalam  menumbuhkembangkan dunia pendidikan. Kita berdoa agar para tokoh dan  pejuang pendidikan yang telah mendahului kita memperoleh tempat yang  layak disisi-Nya dan kita semua yang saat ini memperoleh amanah untuk  mengelola pendidikan diberi kekuatan, kecerdasan, dan kesabaran dalam  mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan ”Selamat Hari  Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2013”. Semoga segala ikhtiar kita untuk  memajukan dunia pendidikan menjadi semakin berkualitas dan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan semakin terbuka dan  dapat segera terwujud.

Atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perkenankan saya menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya atas persoalan  penyelenggaraan Ujian Nasional Tingkat SMA sederajat tahun pelajaran  2012/2013. Hal ini harus kita jadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

Hadirin yang berbahagia,
Ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit, haruslah  daya imunitasnya ditingkatkan, satu di antara upayanya adalah melalui  vaksinasi. Dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya yaitu (i) kemiskinan; (ii) ketidaktahuan; 2 dan (iii) keterbelakangan beradaban. Bagaimana caranya menaikkan daya  tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut?  Jawabannya adalah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial.

Selain sebagai vaksin sosial, pendidikan juga merupakan elevator sosial  untuk dapat meningkatkan status sosial. Dua hal itulah yang melatarbelakangi tema peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, yaitu ”Meningkatkan  Kualitas dan Akses Berkeadilan”. Kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu sehingga kita terhindari dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus  mampu meningkatkan status sosial.

Tema itu merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan,  persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang  lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan.

Hadirin yang berbahagia,
UUD 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak  memperoleh pendidikan dasar dan negara wajib membiayainya (Pasal 31 ayat  1 dan 2 UUD 1945). Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah bersamasama masyarakat telah berusaha memenuhi amanat tersebut melalui  pembangunan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di daerah 3T  (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Akses pendidikan dipengaruhi oleh ketersediaan satuan pendidikan dan  keterjangkauan dari sisi pembiayaan. Untuk itu, pemerintah terus menerus  menyiapkan ketersediaan satuan pendidikan yang layak, terutama di daerah  3T, termasuk di dalamnya pengiriman guru melalui program Sarjana Mendidik  di daerah 3T (SM3T). Dari sisi keterjangkauan pemerintah telah menyiapkan  Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan menengah,  Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Siswa Miskin  (BSM), Bidik Misi dan Beasiswa. Pada tahun 2013 ini, telah disiapkan  anggaran Rp 7,8 triliun untuk BSM.

Selama itu, sejak dua tahun terakhir, telah dibuka beberapa perguruan  tinggi negeri (termasuk Akademi Komunitas) di daerah perbatasan dan di  beberapa daerah yang dinilai strategis. Di samping sebagai upaya penyebaran pusat unggulan perguruan tinggi tersebut, juga berperan sebagai sabuk pengaman sosial dan politik bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik  Indonesia. Untuk itu, telah disiapkan kebijakan-kesempatan khusus bagi  putra-putri Papua, Papua Barat, dan daerah 3T lain untuk menjadi mahasiswa  di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia melalui program afirmasi pendidikan tinggi (ADIK).

Dalam kesempatan ini pula saya ingin mengajak kepada semua  pencinta dunia pendidikan untuk bersama-sama membuka posko anti drop out (DO) atau anti putus sekolah pada awal tahun pelajaran nanti. Kita ingin  memastikan agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang  yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah.

Hadirin yang berbahagia,
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, insya Allah  mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas.

Bertahap, berarti kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap  jenjang, tetapi hanya di kelas 1 (satu) dan kelas 4 (empat) untuk jenjang SD,  dan kelas 7 (tujuh) untuk SMP, serta kelas 10 (sepuluh) untuk SMA dan SMK. Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah.

Kurikulum 2013 ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki  kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Hal ini  penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045.

Hadirin yang berbahagia,
Akhirnya, mari kita tingkatkan upaya dan keikhlasan kita dalam  memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Saya ucapkan selamat  memperingati Hari Pendidikan Nasional kepada semua pendidik, tenaga  kependidikan, peserta didik, penggiat dan pecinta dunia pendidikan di seluruh  tanah air. Semoga apa yang kita lakukan dalam dunia pendidikan selama ini, menjadi bagian dari amal ibadah kita. Amin. Terima kasih.

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jakarta, 2 Mei 2013
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Mohammad NUH

------------------
Unduh Sambutan Mendikbud RI
Artikel Terkait

0 comments: