Thursday, July 11, 2013

Siswa SMK Bantul Persembahkan Emas Pertama bagi Indonesia

  http://croatiaskills.org/wp-content/uploads/2012/04/leipzig-150x123.jpg
Okezone - TANGERANG - Pintu kedatangan terminal 2 bandara Soekarno Hatta terlihat meriah. Kalung bunga masing-masing dipegang oleh pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka bersiap menyambut kedatangan delegasi Indonesia yang mengikuti ajang Kompetisi Keterampilan Dunia ke-42 atau 42nd Worldskills Competition (WSC) 2013 di Kota Leipzig, Jerman pada 2-7 Juli.

Akhirnya pada pukul 20.00 WIB 32 peserta ini keluar. Siswa siswi SMK ini menyerukan sorak sorai "Indonesia Kuat Tak Bisa Dikalahkan". Kalung bunga pertama kali diberikan kepada pemuda berkulit cokelat dan berkumis tipis. Dia adalah Ganjar Satrio, peraih medali emas di bidang lomba Graphic Design Technology WSC 2013.

Medali emas pertama bagi Indonesia yang sudah mengikuti ajang ini untuk kedelapan kalinya. Ganjar mengaku diperlukan kecepatan berpikir untuk menyelesaikan tugas dari panitia. Karena soal yang diberikan panitia langsung diberikan saat kompetisi dimulai. Dia menceritakan, ketika itu dalam waktu lima jam dia harus selesai membaca soal. Setelah itu dia harus dapat membuat desain kemasan teh dan juga kover majalah bisnis.

"Saya memakai gambar meditasi untuk kemasan teh dan untuk majalah bisnis saya membuat desain simple namun lebih ditekankan pada warna-warna yang memikat,"
kata Ganjar yang sudah lulus tahun kemarin ini.

Penyuka minuman Milo ini pun tidak menyangka karyanya diakui sebagai juara pertama. Apalagi saingannya juga berasal dari negara maju seperti Singapura, Brasil, Italia, Korea, Perancis dan juga Jerman. Ganjar yang mempunyai akun @ganjargaul ini memang sempat tidak percaya diri.

Namun belum ada sekalipun bendera Indonesia berkibar di ajang ini menjadi cambuknya untuk menghasilkan karya terbaik. Ada bendera yang harus dikibarkan, begitulah salah satu kicauannya di twitter ketika WSC ini berlangsung.

Ganjar ialah anak dari seorang pegawai kelurahan bernama Sarbini. Ibunya bernama Jubarowati yang kesehariannya membuka warung kecil-kecilan di rumah. Untuk membantu biaya hidup, semasa sekolahnya Ganjar bekerja sebagai graphic designer dengan temannya. Ganjar yang mengaku tidak bisa lepas dari nasi ini mengaku sudah jatuh hati dengan desain graphis.

"Sejak SMP saya mengenal design graphis. Dan saya pun ingin bekerja dibidang ini," ujar anak kelahiran Sleman, 5 Maret 1994 ini.

Pendamping (Expert) Tim Indonesia Arnold Sandjaja mengatakan, jika dilihat dari kemampuan maka kualitas siswa SMK Indonesia tidak kalah jauh dengan kompetitor lain. Yang perlu dilatih ialah mental dan meningkatkan motivasi bahwa mereka mampu untuk membawa medali emas bagi Tanah Air. Sementara untuk melatih stamina, ujarnya, 32 anak sekolah ini digembleng oleh para marinir di suatu kamp tentara di Bogor.

Hasil yang diraih memang tidak mengecewakan. Selain Ganjar yang memboyong medali emas, Indonesia juga menyabet satu medali perak atas nama Andrie Safargie dari SMK Teknika Cisaat Sukabumi, Jawa Barat, bidang lomba prototype modelling. Indonesia juga meraih sebanyak delapan medallion of excellence bagi peserta yang meraih nilai di atas 500 poin. Berdasarkan total nilai, Indonesia berada di posisi 11 dari sebanyak 47 negara peserta dan diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta tersebut.

Prestasi ini juga menjadi penanda era baru bagi industri di Indonesia. Menurut Sesdirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud Mustaghfirin Amin, siswa siswi SMK dinilai tidak hanya tangguh dalam menguasai teknologi. Namun juga kesiapan, daya tahan serta kemampuan untuk menyamakan diri dengan teknisi dari negara industri lainnya.

"Alhamdulillah sekarang berhasil meraih emas. Kita berharap ke depan bisa meningkatkan lagi dengan dukungan dana dan peralatan yang lebih memadai,"
ujarnya.

Sejak pertama kali keikutsertaannya pada 2005, Indonesia berada di posisi 35 dari 37 peserta dengan empat bidang lomba yang diikuti. Peringkatnya naik ke posisi 22 dari 46 peserta di 2007. Pada 2009 berada di posisi 13 dari 46 peserta.

Pada 2011 di posisi 16 besar dari 48 negara. Kompetisi yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali ini memperlombakan delapan bidang di antaranya mobile robotic, mechanical engineering design, web design, industrial control, pastry cook, cooking, beauty therapy, dan hairdressing. (Neneng Zubaidah/Koran SI/ade)
Artikel Terkait