Friday, December 13, 2013

Modus Curanmor di UNJ

Dalam beberapa kasus terakhir, pencurian motor dilakukan dengan ragam modus. Namun, para pencuri cenderung memanfaatkan kelengahan petugas penjaga.
Pencurian sepeda motor di UNJ bukanlah hal baru. Pada Oktober 2013 lalu tercatat lima sepeda motor raib. Terakhir, Senin (25/11) malam, seorang pencuri babak belur dikeroyok beberapa mahasiswa yang memergoki aksinya di depan gedung G (gedung kemahasiswaan –red). Taufik Hidayat, mahasiswa yang aktif di Unit Kesenian Mahasiswa (UKM)  menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku yang sedang mencoba mencuri sebuah motor Honda Beat dipergoki oleh mahasiswa jurusan sosiologi. Menurut Taufik, pelaku telah mengamati sepeda motor dari depan Universitas Terbuka (UT).
Pelaku memanfaatkan sepinya penjagaan satpam di tempat parkir belakang Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Setelah diinterogasi, pelaku diketahui bernama Supri warga Pulo Gadung. Akhirnya pelaku tidak melanjutkan aksinya. Hal itu menyulut emosi mahasiswa lainnya. Pasalnya, pencurian sepeda motor di UNJ sering terjadi. “Yang punya motor itu anak FT pelaku sambil jalan terus diteriaki maling,” kata Taufik.
Modus memanfaatkan kelengahan penjagaan yang dilakukan oleh pelaku diamini oleh Ari, salah juru parkir UNJ. “Biasanya pelaku pencurian memanfaatkan sepinya penjagaan satpam. Apabila satpam sedang banyak bertugas di parkiran FIP maka pelaku mencuri di parkiran FIS, pun begitu sebaliknya,” ujarnya.
Sebelumnya, pada September lalu juga terjadi pencurian motor. Korbannya adalah Wahyudin, Ketua Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam Eka Citra (EC) UNJ. Ia mengatakan, memasuki kampus pukul 23.00, namun keesokan paginya motor Mio hitam miliknya telah raib.
“Saya sudah lihat pada CCTV, motor itu hilang pukul 04.56. Di tempat kejadian tak ada satupun petugas satpam yang berjaga. Terlebih pintu gerbang terbuka,” ujar Wahyudin yang akrab disapa Jay. Menurut Komandan Satpam Bambang, Pelaku memanfaatkan lengahnya petugas yang mungkin saja sedang shalat atau ke kamar mandi.
Lain halnya dengan Iwan salah satu petugas satpam UNJ mengatakan pernah mendapat laporan kehilangan saat ia berjaga di parkiran belakang FIS. “Sekitar awal tahun ini pernah mendapat dua laporan kehilangan dari mahasiswa. Pelaku menggunakan cara menukar plat nomor. Dia menyebutkan ciri-ciri motornya, akan tetapi plat nomornya berbeda,” celoteh Iwan.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku biasanya datang ke kampus dengan membawa plat nomor berikut Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Pelaku akan mencari sepeda motor bertipe sama dengan yang tertera di STNK. “Biasanya sepeda motor yang diincar letaknya jauh dari loket pembayaran parkir. Setelah menemukan motor yang sesuai, pelaku akan menukar plat nomor yang terpasang dengan plat nomor yang dibawanya,” tutur Iwan.
Setelah plat nomor terpasang di kendaraan yang diincar, maka pelaku akan melenggang dengan aman. Tiket parkir yang diminta pun akan dibilang hilang. Atas hilangnya tiket parkir, pelaku hanya akan dikenakan denda sebesar harga karcis yakni Rp 1000. S
Selain menggunakan modus tersebut, biasanya mereka mengincar motor yang tidak dikunci kemudinyaHal ini dialami oleh Fauzi Anwar dan Luthfi Hakim, kedua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini kehilangan sepeda motornya di kampus A UNJ. “Waktu itu parkirannya penuh, jadi motor kami diparkir di belakang motor lainnya,” kata mereka.
“Kemudian petugas parkirnya bilang gak perlu dikunci stang,” kenang Luthfi. Ia melanjutkan, ketika hendak pulang, motor kami sudah tidak ada dan tidak ada pertanggungjawaban dari satpam. Mengenai pertanggungjawaban kehilangan motor, Suryadi Pembantu Rektor (PR) II UNJ mengatakan akan bertanggungjawab. “Kami tentu saja akan bertanggungjawab sesuai dengan Peraturan Daerah (perda) tentang parkir, kan kalau ada kehilangan itu tanggung jawab pengelola parkir,” cetusnya. Namun, hingga kini para korban sama sekali tak ada yang menerima penggantian dari pihak kampus.
Menanggapi seringnya pencurian sepeda motor di UNJ. Bambang tak menampik berita tersebut. “Memang benar, bulan Oktober ada lima sepeda motor yang hilang dan kami sudah tindaklanjuti,” katanya. Bambang melanjutkan, memang masih ada kelemahan dari sistem parkir. “Tapi tohkami sudah berjaga semaksimal mungkin dengan personel keamanan yang terbatas.”
“Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya,’’ tambah Bambang. Selain penyelidikan terhadap siapa pelaku pencurian motor ini, pihak keamanan juga akan melakukan koordinasi dengan kepolisian guna meningkatkan pengamanan di dalam kampus itu. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan kampus dan polsek. Mudah-mudahan dalam waktu singkat pelakunya dapat tertangkap dan tidak ada lagi pencurian motor di UNJ,” pungkas Bambang.
Virdika Rizky Utama
---
Artikel Terkait