Friday, January 31, 2014

Si Pitung - Mobil Irit UNJ, Siap Tempur di Shell Eco Marathon 2014, Manila


JAKARTA - Okezone - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menambah panjang daftar kreasi anak bangsa di bidang automotif. Mobil irit mereka yang diberi nama Si Pitung siap berlaga di kategori prototype gasoline dalam Shell Eco Marathon (SEM) 2014 di Manila, Filipina.

Tim UNJ tersebut terdiri atas 13 mahasiswa jurusan Teknik Mesin angkatan 2010-2012. Mereka ialah Raden Engineu Dwi Utomo Adi, Hafidz Salafuddin, Rian Setiawan, Akbar Wiguna, Faqihuddin, Eko Deny Saputra, Delly, Ariansyah, Ipnu Maula Sakur, Ibnu Sofyan Sanusi, Zelvia Monica, Chairunnisa Rahmanindya, Ahmad Johari, dan Manarul Hidayah.

Ketua Tim Raden Engineu Dwi Utomo Adi menyatakan, butuh waktu empat bulan bagi mereka untuk bisa menyelesaikan mobil tersebut. Kendala utama yang dihadapi, katanya, terkait penentuan desain mobil.

"Kendala di desain. Susah menentukan desainnya ingin seperti apa. Padahal desain itu penting karena merupakan dasar dari pembuatan mobil. Kalau desain salah, semuanya jadi salah. Maka, kami pun melakukan berbagai riset dan perhitungan untuk menemukan desain aerodinamis, rangka kuat, dan tetap efisien,"
ujar Raden kepada Okezone, di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (30/1/2014).

Mobil yang menelan biaya Rp60 juta dalam pembuatannya itu memiliki beragam keunggulan. Mulai dari hasil karya asil pemuda bangsa, memiliki tingkat efiensi bahan bakar yang tinggi, serta nyaman untuk digunakan.

Raden menambahkan, Si Pitung merupakan mobil berbahan bakar pertamax. Pemilihan bahan bakar tersebut bukan tanpa alasan melainkan melewati serangkaian pertimbangan yang telah dilakukan.

"Pertamax kan gampang dicari tidak seperti solar dan hidrogen. Maka, kami ingin menggunakan bahan bakar yang sudah tapi efisiensi dalam pemakaiannya ditingkatkan. Si Pitung kami targetkan bisa menempuh jarakan 300 kilometer per liter,"
paparnya.

Sementara itu, anggota lainnya, yakni Eko Deny Saputra mengaku optimistis akan menuai prestasi dalam kompetisi tahunan tersebut. Pengembangan dan riset mendalam yang mereka lakukan terhadap Si Pitung menjadi alasan mereka mampu percaya diri (pede) mengikuti ajang bergengsi tersebut.

"Kami optimistis menang karena ini sudah riset yang kedua. Harusnya Si Pitung ikut SEM 2013 di Sepang namun pertandingan itu dibatalkan karena adanya kabut asap. Nah, kami sudah melakukan riset tambahan jadi sekarang lebih percaya diri,"
tutur Eko. (ade)

Artikel Terkait