Friday, February 13, 2015

UN Diakui dan Menjadi Syarat Masuk Perguruan Tinggi Negara Sahabat



BERITAEDUKASI.COM, JAKARTA – Ujian nasional (UN) Indonesia diakui oleh negara-negara sahabat, seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Australia. Beberapa negara diantaranya bahkan menjadikan UN sebagai salah satu pertimbangan untuk masuk ke perguruan tinggi mereka. 

Demikian disampaikan Kepala Pusat Penelitian Pendidikan (Kapuspendik), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam, saat dikonfirmasi melalui surat elektronik, Senin (26/01/2015). “Ujian nasional kita sudah diakui oleh negara-negara sahabat,” tegas Nizam. Ini melengkapi berita yang telah dilansir www.kemdikbud.go.id pada hari Jumat (16/01/2015), berjudul “Ujian Nasional Juga diterapkan di Negara Sahabat”.

University of Hongkong, tutur Nizam, telah mengakui UN sebagai salah satu pertimbangan masuk ke perguruan tinggi tersebut. Demikian pula halnya dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan berbagai perguruan tinggi negeri di Malaysia.

Tidak hanya dari negara-negara di Asia, apresiasi terhadap UN bahkan juga datang dari Australia. “Apresiasi mengenai pelaksanaan UN di Indonesia pun disampaikan oleh delegasi Australia ketika berkunjung ke Puspendik,” tutur Nizam pada acara forum diskusi kelompok di kantor Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Jakarta.

Nizam mengatakan, delegasi Australia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan UN di Indonesia ketika melakukan kunjungan ke Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik). Delegasi tersebut, kata Nizam, mengapresiasi kinerja pemerintah Indonesia tentang penanganan ujian nasional yang dapat dilaksanakan secara serentak dan kompak, dari pusat sampai dengan tingkat daerah.

Berdasarkan PP Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), salah satu fungsi ujian nasional (SNP) adalah sebagai dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Implikasinya adalah hasil UN SMA/SMK/MA dijadikan sebagai salah satu pertimbangan atau persyaratan bagi calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam mengatakan, tidak hanya perguruan tinggi di Indonesia yang menjadikan UN untuk seleksi masuk. Perguruan tinggi di luar negeri juga memberlakukan hal yang sama bagi calon mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi mereka. Ada passing grade atau nilai minimal UN yang harus dimiliki seorang lulusan SMA/SMK/MA jika ingin masuk ke perguruan tinggi di luar negeri.

”University of Hongkong menggunakan passing grade untuk mendaftar di sana 8,5,” kata Nizam di Jakarta, (26/01/2015). Ia mengatakan, University of Hongkong (UoHK) merupakan salah satu universitas terbaik di Asia.

Bahkan di Malaysia, ujar Nizam, semua perguruan tinggi negeri (PTN) di Malaysia menjadikan UN sebagai dasar seleksi masuk bagi calon mahasiswa asal Indonesia. “Malaysia menggunakan skor 6,0,” katanya.
Nizam mengatakan, dengan begitu calon mahasiswa dari Indonesia tidak perlu lagi mengikuti ujian internasional seperti SAT, IB, atau Cambridge. Cukup dengan UN, mereka bisa masuk ke perguruan tinggi di luar negeri sesuai persyaratan yang berlaku.

Penggunaan UN sebagai instrumen seleksi masuk perguruan tinggi di Malaysia dan Hongkong tersebut bukan tanpa dasar. Sebelumnya, pada 16 Januari 2015 lalu delegasi UoHK telah datang ke Indonesia menemui Puspendik Kemendikbud dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk membahas penggunaan UN untuk seleksi masuk UoHK.

Sedangkan pada 29 Januari 2015 mendatang, Malaysia Qualification Agency (MQA) juga akan datang ke Indonesia. Agenda mereka salah satunya akan membahas penggunaan UN sebagai dasar seleksi masuk perguruan tinggi di Malaysia.

Sumber : Beritaedukasi.com
Artikel Terkait

0 comments: